jadwal imunisasi bayi 2019

Kapan jadwal imunisasi bayi akan dilakukan pemerintah pada tahun 2019 ini? Seperti tahun sebelumnya, pemerintah masih concern pada tahun 2019 ini untuk melaksanakan imuniasi campak dan rubella. Hal itu dilakukan lantaran target tahun lalu belum sesuai harapan.

Diharapkan anak Indonesia yang sudah mengikuti imunisasi campak dan rubela bisa mencapai 95 persen dari target. Sedangkan pada tahun 2018 lalu, jumlahnya baru berada pada angka 66,9 persen. Oleh karena itu, apda tahun ini, pemerintah bisa mengejar target tersebut. Khususnya terhadap anak yang berada di Luar jawa, akan digencarkan pelaksanaan program ini.

Adapun pada tahun 2019 ini nantinya imunisasi campak dan rubellu akan masuk ke dalam jadwal imunisasi dasar rutin. Imunisasi akan diberikan kepada sasaran sebagai berikut:

  • Bayi usia 9 bulan
  • Bayi usia 18 bulan
  • anak kelas 1 SD

Jadwal Imunisasi Anak Lengkap

Adapun untuk jadwal pemberian imunisasi terhadap anak usia 0 sampai 18 bulan secara lengkap, berdasarkan dari rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah sebagai berikut:

Vaksin Hepatitis B

bayi harus mendapatkan vaksin he[patyitis B setelah baru lahir. Paling lambat setelah 12 jam lahir, bayi harus sudah diberikan vaksin ini. Tujuannya adalah untuk perlindungan baru dari bahaya hepatitis B.

Vaksin Polio

Vaksinisasi polio juga perlu diberikan secepatnya kepada bayi. Sebelum bayi berusia 1 tahun, vaksin ini harus sudah diberikan. Rinciannya sebagai berikut.

Saat bayi baru lahir, diberikan vaksin polio pertama. Kemudian vaksin polio berikutnya diberikan saat usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

Untuk tahun 2019, pemberian imunisasi polio digencarkan di luar Jawa. Berdasarkan jadwal yang beredar, sebagai contoh di Papua dan Papua Barat, jadwal imunisasi ini akan dilangsungkan pada Maret dan April 2019.

Vaksin BCG

Vaksin ini diberikan untuk memebrikan pencegahan terhadap penyakit tuberkulosis. Kapan waktu pemberiannya? Vaksin BCG ini bisa diberikan ketika bayi usianya dua bulan. Fungsi vaksin ini untuk mengalahkan bakteri penyebab infeksi paru dan otak.

Vaksin campak

Seperti dijelaskan di atas, pemerintah termasuk yang sangat concern terhadap vaksin campak (arubeola). Sebab memang penyakit ini amat berbahaya. Sekadar tahu, campak merupakan jenis penyakit yang mengakibatkan banyak kematian bagi anak setiap tahunnya.

Biasanya pemberian vaksin campak ini dilakukan ketika bayi berusia 9 bulan dan 24 bulan.

Vaksin Pentavalen

Vaksin ini merupakan gabungan dari vaksin DPT, Hb, serta HiB. Fungsinya sebagai pencegahan penyakit hepatitis B, pertusis, meningtis, pneuomonia, tetanus dan difteri.

Pemberian vaksin ini dilakukan saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, serta 18 bulan.

Jadwal Imunisasi Bayi di Puskesmas

Informasi pemberian imunisasi di puskesmas maupun rumah sakit termasuk hal yang banyak dicari masyarakat. Sebab imunisasi maupun vaksinisasi ini berguna dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Untuk mengetahui jadwal resminya, bisa ditanyakan ke puskesmas terdekat. Tapi secara dasar, penting diketahui oleh tiap orang bahwa bayi yang baru lahir harus diberikan imunisasi dasar lengkap. Imuynisasi ini meliputi pemberian vaksin hepatitis B. Kemudian berlanjut saat usia 1 bulan akan diberikan imunisasi BCG.

Setelah itu, saat usia 2 bulan, bayi akakan mendapatkan imunisasi DPT untuk mencegah penayakit pertusis, tetanus dan difteri. Juga akan diiberikan imunisasi haemophilus influenzae.

Bayi usia 3 bulan akan mendpatkan imunisasi DPT, Hib 2, HB, dan polio 3 bulan.

Ketika menginjak usia 4 bulan, bayi akan memperoleh imunisasi DPT, HB, Polio 4 dan Hib 3. Juga ditambah polio suntik dan IPV.

Berlanjut pada usia 9 bulan, bayi akan mendapatkan imunisasi campak / rubella.

Selanjutnya, bayi akan diimunisasi kembali pada usia 18 bulan dengan mendapatkan imunisasi DPT, HB, Hib dan campak (MR).

Ketika anak memasuki usia sekolah dasar (SD), anak mendapatkan imunisasi difteri tetaus (DT) serta MR. Pemberian imunisasi pada anak usia sekolah dasar juga akan kembali dilakukan pada saat anak kelas 2 dan 5 SD. Saat itu diberikan imunisasi difteri.

Pemberian imunisasi memang merupakan langkah agar bayi dan anak bisa tercegah dari penyakit berbahaya. Semoga anak-anak kita semua selalud alam keadaan sehat sehingga nantinya bisa tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

imagecredit: hellosehat

Bagikan Artikel !!